yang sering kau dengar

+ catatan sebatas/seringkas hup seng dan teh hangat

Perasaan itu memang sesuatu yang susah digambar. Palet warnanya juga variasi. Kenapa cuma guna satu kalau kamu bisa tumpahkan sekali semuanya biar menyatu.  Bahagiamu, marahmu, sedihmu, nyamanmu, sayangmu, juga bencimu. Kadang… perasaan itu tidak meminta untuk difahami. Cukup sekadar memberi makan ikan emas yang sedang berenang dan meloncat di dalam kolam perasaanmu itu. Demi sebuah kelangsungan hidup. Kerana manusia itu makhluk yang lemah. Selalu berpaut teguh dengan kata “kalau jatuh 100 kali, bangkit lagi 101 kali.” Yang namanya jatuh pasti luka berdarah. Itu biasa. Nanti juga sembuh. Tinggal ditiup dan diubati dengan kata-kata penuh sayang daripada ibu atau ayah atau dari sosok cinta di hidupmu. Yang hanya dengan memiliki mereka disampingmu, sesuatu yang mustahil akan tampak mudah. Sekarang menjadi manusia saja jelas tidak mudah. Ia sangat rumit sekaligus merumitkan. Ada yang setia menunggu cinta bertahun-tahun, padahal cinta itu sudah lama berdiri di depan tangga rumahnya dalam paket besar. Juga menunggu untuk dibuka. Kadang gak kebayang sekuat apa egois di dalam tubuh sekecil itu. Sering menyulitkan diri sendiri dengan berenang ke dasar bukannya ke permukaan. Melemaskan emosi yang sememangnya dari awal sudah kekurangan oksigen.

Padahalkan hukum tekanan itu wujud untuk membantu manusia.

Mungkin kitanya saja yang belum menemui jawapannya. Persoalannya, apakah kita bersedia bertindak dengan itu? Saranku gunakan saja  semua talian hayat yang kamu punya. Isi dunia ini terlalu banyak untuk disia-siakan. Saat yang kamu paling tidak menyangka, keluhanmu akan didengari. Dan akan ada yang menghulurkan tangan. Menarikmu untuk terbang bersama bergandengan. Sampai akhirnya kamu bisa terbang sendiri.

Seperti membikin animasi flipbook. Perlahan tapi pasti.

 

muchas gracias 😀

 

good girl stays at home kindaaa
Posts created 6

Leave a Reply

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top