tiada koir

terkadang aku merasa
perasaan tak tergambar
dengan kata-kata
perjalanan ku tak berhenti
banyak yang ditinggalkan
sungai, singgahsana di atas bukit
jari yang tak dilepaskan
elak dihanyut air deras
garis masa yang berlainan
di hadapan kita
bertemu itu umpama mimpi
berpisah kita berhati sepi
tombak patah dibaling
ke dinding
hidup hanya pada memori

aku ingin pulang
ke permulaan garisan
lopak dipijak ketika hujan
apa erti hidup
hanya semudah menyimpan berudu
tidak dapat ku menangkis
bulu tangkis
maafkan aku ingin ku cuba lagi
jalan yang disusuri
lebih mengujakan
dari mendapat tuah

aku ingin pulang
apakah diterima orang asing
mampukah kita berbicara
tanpa merasa terasing
dapatkah dikait garis masa?
lidah mungkin sudah tak seiring
aku kedepan tapi jauh dibelakang
belum ku jejak negeri asing
tapi banyak yang ku sampaikan
banyak yang terpendam
ada keterujaan
ada kepedihan
yang aku pasti
kau juga sudah lalui

aku ingin pulang
aku teringin
walau tiada yang tertunggu
ingatan terhadap ku
semakin pudar
terasa asing bila nama disapa
mungkin kerna terlalu lama
dari lubuk hati ini yang terdalam
aku minta maaf
garis masa mungkin tak akan
terkait
lidah mungkin menyimpang pergi
ingatan mungkin tak lagi disini
tetapi sahabat
seikhlasnya hati ini
aku ingin pulang

Read me through my words.
Posts created 3

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top