Rumah Terbuka Hari Raya

Aku tak bisa melupakan jalan menuju rumahmu
Walau dalam mimpi aku bisa menutup mata berlari mencari pintu kamarmu
Jikapun memori aku hilang, kaki-kaki ini terlalu biasa mengarahkan mobil ke simpang kampungmu
Kau berdiri di pintu rumah berbaju Melayu hitam lalu bersalaman
Tibanya sore banner gerai burger di depan rumahmu melambai-lambai mengucapkan selamat datang
Kau beritahu kuih raya dah habis, lalu kita makan burger di kedai depan
There must be a Pulitzer material in my drafts here somewhere...
Posts created 29

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top
%d bloggers like this: