Pesantren Usang di Tepian Bendang

Di tempat itulah
Suatu masa dahulu aku duduk menelaah
Mengkaji tentang makrifat yang tersembunyi
Dan duduknya di hadapan aku
Menaakul berteman segelang tasbih berwarna kelabu
Sambil bibir tidak betah bertahmid lemah
Sedang aku lihat jarinya gigil menimbal dosa dan pahala
Terpercik butir-butir jernih di dahi berurat tua

Dia itu seusang pesantren yang menanti roboh dijamah anai
Tiap cerita yang tertulis tidak berdakwat di dindingnya
Semuanya telah dikarang oleh guru tua berjubah jingga
Atap rumbia itulah yang telah menjadi saksi
Tangis dan raung mereka-mereka yang cuba menjadi manusia
Tiang seri di tengah ruangan itu telah menjadi tempat sandar
Bila mana terhayunnya rotan semambu di punggung mereka

Kini tua itu telah bersedia tanpa kaget menunggu tamat
Kerna akhir masanya tiba bila pesantren usang itu menyembah bumi
Kelak; bila tiba masa, telah tertulis pesan tua itu di lantai tanah
Tentang epitaf yang ditulisnya untuk diri sendiri
Sampai masa jubah itu menjadi kain untuk semadi
Dan nisan di luar pesantren menjadi penanda
Tempat pergi tua yang banyak berbakti

Me? Nah. Nothing much. Just a person who writes what he wants to read.
Posts created 21

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top