Kau yang Tak Lagi Terpaksakan untuk Kulupakan.

Waktu adalah ubat yang paling mujarab dalam menyembuh luka. Namun, seperti ubat, saat ubat dikenakan pada luka tersebut, rasa pedih dan perihnya memuncak, menyengat hingga ke pangkal otak. Sakit, sampai terjerit-jerit.

Menghentak-hentak ke dinding. Menahan tangis. Kadang, sampai tergigit-gigit bibir sendiri.

Walau sakitnya tak tertahan, tetap ubatnya dikenakan. Supaya lekas sembuh. Sembuh sebaik-baiknya, diharapkan. Namun, lumrah luka, ia pasti meninggalkan bekas luka.

Kau yang tak lagi terpaksakan kulupakan, seperti lukaku yang sudah sembuh. Tak kurasa sakit lagi, tak perlu lagi kukenakan ubat. Tapi, kau tetap di situ, di tempat bekas.

Posts created 4

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top