Fajar Berdarah

Menunggu detik yang menjadi nikmat,

Diselami oleh pemuja derita abadi,

Sahabat sejatinya benda yang halus,

Kadangkala sahabatnya itu menjadi rakus,

Melukakan jasad pemilik hati yang sedu.

 

Saat fajar semakin hampir bangkit,

Astakona sakti bertempik memanggil,

Kaku mendengar tempikan halus namun kuat,

Tetap meneliti alunan menuju cahaya,

Indahnya dunia saat fajar mula bercanda.

 

Fajar itu antara dua; tipu dan benar,

Aku telah memilih untuk tidak terjaga,

Jasadku tidak mahu melihat kedua-duanya,

Aku yang hidup kini tidak bernyawa,

Rasa sedu kini hilang sudah tiada.

Posts created 16

One thought on “Fajar Berdarah

Leave a Reply

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top
%d bloggers like this: