Duhai junjungan jiwa

Kekasihku,

Sudah agak lama semenjak aku teringatkanmu,

Saat tulisan ini aku nukilkan,

Rindu ini terlalu berat,

Sehingga mustahil untuk aku ungkapkan,

Hanya air bening di tubir mata,

Merinduimu,

Dengan salam yang menghubung dua jiwa,

Yang terpisah beribu zaman.

—————————————————————————————————————————–

Duhai junjungan jiwa,

Aku terlalu leka mencari cinta,

Sehingga aku lupa,

Ada yang begitu tulus mencintaiku,

Walau sepasang mata ini tidak pernah bertentang,

Meski seraut keindahanmu belum pernah aku tatap,

Walau lembut tuturmu belum pernah menjadi halwa telinga ini,

 

Kau begitu cintakan kami,

Sehingga tertitis air matamu,

Menyebut kami dalam doamu,

Merisaukan kami,

Memohon segala kebaikan buat kami,

Meninggalkan pusaka paling berharga,

Agar kami terjaga meski kau sudah tiada.

—————————————————————————————————————————–

Ya Rasulullah,

Selawat dan salam ke atas junjungan mulia,

Maafkan kami Ya Rasul,

Kerana kini kami begitu lemah,

Lupa pada semangat juangmu yang tinggi,

 

 

 

Posts created 7

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top