di setiap mari

Terima kasih,
kerna kau datang bawa senyum buat aku
kerna kau buat gelak tawa itu wajib saat ku bersama mu
kerna kau buang duka dalam kamus hidup aku
kerna kau ajar aku bahwa senyuman itu penuh makna dan juga perlu.

Masa,
yang paling aku resah adalah masa yang kan berlalu
yang paling aku bimbang adalah tiada lagi saat bersama mu
yang aku nantikan tiap detik adalah setiap masa dengan mu.

Lagi,
lagi dan lagi ia jadi rutin hari
lagi aku tatap mata berkaca penuh makna
lagi aku perhati senyum dan gerak geri tubuh mu
lagi aku tunggu saat kau berkata kata meluah perkara tersimpan di dada.

Jadi ini buat kamu , puisi rusak yang mungkin hanya kau bisa rungkai makna.

Terima kasih

srh .

my eyelids are heavy but my thoughts are heavier.
Posts created 3

Leave a Reply

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top